Pelemahan Rupiah Diprediksi Hingga Tahun Depan

Ilustrasi. (Int)

Ilustrasi. (Int)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kondisi nilai tukar rupiah yang terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2019.

Hal ini dikatakan, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi Djournalist.com, Rabu 5 September 2019.

Advertisment

Bhima menyebut, pelemahan rupiah diproyeksi akan berlanjut hingga tahun depan di atas Rp15.000, batas psikologis yang bisa diterima sektor usaha.

Sementara tahun 2019 kata dia, juga harus diwaspadai dengan adanya kebijakan bunga acuan Fed yang akan naik 3 kali lagi bisa memicu pelemahan kurs lebih dalam.

Bhima pun mengimbau, para pelaku pengusaha harus mulai berhemat. Biaya produksi ditekan, efisiensi di segala lini, sehingga siap menghadapi penurunan penjualan karena krisis.

Diketahui sebelumnnya, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus angka Rp 15.029, pada Selasa malam malam, 4 September 2018.

Kondisi pelemahan rupiah yang sedang terjadi dianggap masih sama sumber masalahnya, yakni dampak dari situasi negara lain.

Selain karena faktor global, faktor domestik juga mempengaruhi hal tersebut.

Misalnya, kondisi kinerja perdagangan Indonesia kurang optimal. Neraca perdagangan terus mengalami defisit.

Hal ini  mempengaruhi defisit transaksi berjalan yang kuartal II 2018 tembus 3%.

Tidak hanya itu, kondisi terbaru tekanan krisis Turki dan Argentina yang merembet ke negara berkembang menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar global.

” Kini korbannya adalah Afrika Selatan dengan kurs Rand anjlok 16% sejak awal tahun. Kondisi diperparah oleh rencana kenaikan Fed rate pada akhir September ini,”ujar Bhima Yudhistira. (**)