BI Sulsel Dorong Pelaku Ekonomi Syariah ke Pasar International

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso. (Foto:djournalist)

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso. (Foto:djournalist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Perkembangan ekonomi syariah di Sulsel dianggap punya potensi besar kedepannya. Industri produk halal bahkan seharusnya sudah bisa bermain di pasar internasional.

Hal ini dikemukakan Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso, di Pekan Ekonomi Syariah BI Sulsel, di Mall Ratu Indah Makassar, Jumat 14 September 2018.

Advertisment

” Bila tahun lalu kita menggelar festival ekonomi syariah dengan target banyak mensosialisaikan soal industri ekonomi syariah kali ini kita lebih ke sektor rill dengan menargetkan pelaku-pelaku industri syariah,” Beber Bambang ditemui usai pembukaan secara resmi Pekan Ekonomi Syariah.

Lebih lanjut, Bambang mengemukakan bahwa kegiatan yang dimaksudkan sebagai sarana mendorong pertumbuhan ekonomi syariah ini, sudah masuk dalam target pelaku industri syariah percaya diri masuk di kancah pasar Internasional.

“Selama ini kita cuma jadi buyer (pembeli) produk-produk halal, sekarang kita sudah harusnya jadi player (pelaku) industri halal tersebut, dan potensinya cukup besar dan saya optimis di Sulsel industri berbasis syariah bisa berlari kedepannya,” urai Bambang.

Karena itu menurut Bambang, kegiatan Pekan Ekonomi Syariah 2018 yang digelar hingga 17 Sepetember mendatang harus jadi momentum kebangkitan ekonomi syariah.

” Bukan tidak mungkin Sulsel akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi syariah secara nasional,” ungkap Bambang optimis.

Optimisme itu menurut Bambang bisa dilihat dari beberapa indikator dua diantaranya, merujuk ke kegiatan yang sama tahun lalu dimana antusias pelaku usaha terhadap industri ekonomi syariah cukup besar.

Menurut BI Sulsel, peserta yang ditargetkan tahun lalu 400 tapi yang hadir justru melampau target hingga 600 peserta. Antusiasme peserta tersebut terutama keinginan mereka yang besar untuk melakukan sertifikasi halal.

“Makanya kali ini kita juga mengadakan workshop sertifikasi halal yang tahun ini pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Bambang.

Indikator lainnya, menurut Bambang hingga optimis ekonomi syariah di Sulsel bisa bangkit adalah minat untuk tanah wakaf.

Terkait dengan wakaf, terdapat potensi khusus yang dapat dikembangkan di Sulsel yang memiliki 10.440 tanah wakaf dengan luas 1.029 juta m² (23,35% dari tanah wakaf nasional) dan 53% di antaranya telah bersertifikat wakaf.

” Secara nasional Sulsel 24 persen soal tanah wakaf, itu tanpa difasilitasi apalagi kalau sudah difasilitasi, makanya saya optimis bila potensi ekonomi syariah bisa bangkit dan berjalan bahkan berlari,” pungkas Bambang.(***)