Menyulap Kuliner Lokal Makassar Jadi Kripik Kekinian

Edwin Riawan Owner Zelika Kripik. (Foto:djournalist).

Edwin Riawan Owner Zelika Kripik. (Foto:djournalist).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kota Makassar sudah dikenal sebagai surga kuliner lokal, ada pisang ijo dan pisang epe.

Nama kuliner yang sudah tenar itu menimbulkan ide kreatif untuk mengolahnya menjadi produk cemilan seperti yang digagas oleh Edwin Riawan Owner Zelika Kripik.

Advertisment

“Karena namanya sudah terkenal, kuliner lokal ini saya olah menjadi nama produk Kripik, jadi tidak susah membranding kalau dipromosikan,” ujar Edwin yang ditemui di stand Pusat Oleh-oleh Makassar di Pekan Ekonomi Syariah 2018 yang digelar BI Sulsel 14-16 September 2018 di Mal Ratu Indah.

Selama empat tahun, Edwin berusaha menjual dan terus berkreasi mengembangkan bisnis kripiknya dengan memanfaatkan kuliner lokal yang ada di Makassar.

Hasilnya, penjualannya sudah menyebar keluar Sulsel.

“Saya sudah punya reseler di luar kota, seperti di Malang Jawa Timur dan Kota Manado Sulawesi Utara,” jelas Edwin yang masih muda ini.

Bahan dasar kripiknya pun simpel dan banyak ditemui di pasar, yakni pisang, Edwin mengaku ia sudah punya penyuplai pisang di pasar tradisional.

Bahan dasar itupun diolah menjadi aneka rasa, kreasi itu dilakukan supaya bisa menciptakan pasar yang lebih luas.

” Jika tidak berinovasi dan berkreasi mengikuti dinamika perubahan yang terjadi, sudah bisa diprediksi, kuliner lokal terlupakan,”katanya.

Edwin menuturkan, Ia pun bereksperimen dengan bumbu-bumbu kekinian seperti bubuk cokelat, coco pandan, keju dan varian rasa pedas.

Saat ini kripik pisang yang dibanderol Rp15 ribu ini tersedia beberapa varian rasa seperti kripik pisang peppe, pisang eppe, pisang ijo dan pisang keju.

” Untuk pemasaran kita online, ada di toko-toko, retail bahkan pusat oleh-oleh,”sebutnya lagi.

Edwin menyebut dalam sebulan ia mampu memproduksi 2 ribu pcs. Omzet nya pun tak tanggung-tanggung mencapi Rp18-20 juta per bulan.

Edwin pun merasa beruntung diajak ke pameran Pekan Ekonomi Syariah di Mall Ratu Indah, karena ia pun berkesempatan mengikuti workshop sertifikasi halal yang diadakan BI Sulsel.

“harapannya kalau sudah ada sertifikasi halal, produk saya pun bisa lebih besar penjualannya,” tutup Edwin. (**)