Negara Jepang Masih Menjadi Tujuan Utama Ekspor Sulsel

Akmal, S.Si Kepala Bidang Statistik Distribusi.

Akmal, S.Si Kepala Bidang Statistik Distribusi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebagian besar ekspor pada bulan Oktober 2018 ditujukan ke negara Jepang dengan nilai sebesar US$ 64,75 juta (63,78 persen), disusul Tiongkok dengan nilai US$ 15,90 juta (15,66 persen), Amerika Serikat dengan nilai US$ 6,05 juta (5,96 persen) dan Malaysia dengan nilai US$ 3,72 Juta (3,66 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan September 2018 nilai ekspor ke Jepang meningkat sebesar 3,68 persen, nilai ekspor ke Tiongkok turun sebesar 18,59 persen, nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat sebesar 54,00 persen dan nilai ekspor ke Malaysia meningkat sebesar 195,94 persen.

Advertisment

Adapun lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Oktober 2018 yaitu Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel pada bulan Oktober 2018 dengan nilai sebesar US$ 61,88 juta (60,95 persen) disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 9,79 juta (9,65 persen), kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 5,43 juta (5,35 persen), garam, kapur dan belerang sebesar US$ 5,35 Juta (5,27 persen), serta kakao/coklat sebesar US$ 5,05 Juta (4,98 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi
Selatan.

” Sementara nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulsel pada bulan Oktober 2018 tercatat mencapai US$ 101,52 Juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,24 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan September 2018 yang mencapai US$ 93,80 Juta,”ujar Akmal, S.Si Kepala Bidang Statistik Distribusi di Kantor BPS.

Capaian Oktober 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 26,84 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 80,04 Juta.

Bila dibandingkan dengan September 2018 maka komoditas nikel meningkat 5,04 persen, biji-bijian berminyak dan tanaman obat menurun 15,13 persen, kayu dan barang dari kayu meningkat 39,30 persen, garam, belerang dan kapur meningkat 71,47 persen serta kakao/coklat.

Sementara berdasarkan pelabuhan bongkar muat, ekspor terbesar Sulsel pada bulan Oktober 2018 melalui Pelabuhan Malili dengan nilai US$ 61,88 juta (60,95 persen) disusul pelabuhan makassar dengan nilai US$ 17,09 juta (16,83 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan September 2018 ekspor Sulsel melalui Pelabuhan Malili meningkat sebesar 84,41 persen dan ekspor yang melalui pelabuhan Makassar meningkat 14,23 persen.

Sementara itu, nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulsel pada bulan Oktober
2018 tercatat mencapai US$ 88,32 Juta.

Angka ini mengalami penurunan 12,99 persen bila dibandingkan nilai impor bulan September 2018 yang mencapai US$ 101,50 Juta.

Adapun lima komoditas utama yang diimpor pada bulan Oktober 2018 yaitu bahan bakar mineral, ampas/sisa industry makanan; pupuk, gandum ganduman, serta besi dan baja dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 46,68 persen, 12,91 persen, 9,87 persen, 9,30 persen dan 5,60 persen.

Sebagian besar impor pada bulan Oktober 2018 didatangkan dari Singapura, Tiongkok, Argentina dan Australia dengan proporsi masing-masing 45,98 persen, 25,27 persen, 11,79 persen dan 9,30 persen. (**)