Pegadaian Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

Program Pegadaian Bersih-Bersih PT Pegadaian (persero) kembali hadir di Sulawesi dan diresmikan di Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa 5 Maret 2019.

Program Pegadaian Bersih-Bersih PT Pegadaian (persero) kembali hadir di Sulawesi dan diresmikan di Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa 5 Maret 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Program Pegadaian Bersih-Bersih PT Pegadaian (persero) kembali hadir di Sulawesi dan diresmikan di Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa 5 Maret 2019.

Program ini menjadi upaya perseroan meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dengan memilah sampah menjadi tabungan emas.

Advertisment

Direktur Utama PT Pegadaian (persero), Kuswiyoto mengatakan, program ini menjadi konsisten Pegadaian untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan membangun Bank Sampah.

Bank Sampah di Kecamatan Manggala, lanjut Kuswiyoto, menjadi Bank Sampah ke 16 yang dibangun Pegadaian setelah berhasil dilaksanakan di beberapa kota di seluruh Indonesia.

“Program Pegadaian Bersih-bersih ini merupakan yang kedua kalinya di Makassar, yang sebelumnya di Kelurahan Jongaya pada tahun lalu. Program bertujuan mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan dengan membangun Bank Sampah. Pada prosesnya nanti, pihak kami akan membantu memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk mengumpulkan dan memilah sampah kemudian ditukar menjadi tabungan emas,” ujar Kuswiyoto di acara peresmian Bank Sampah Sektoral Clean & Gold,
Kecamatan Manggala, Makassar.

Kuswiyoto menambahkan, mengubah sampah menjadi emas akan meningkatkan nilai perekonomian, karena masyarakat dapat memanfaatkan sampah rumah tangga dan ditukar menjadi tabungan emas.

Ia juga menyebutkan, Bank Sampah di Kecamatan Manggala ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Pegadaian yang bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan.

Untuk membantu memaksimalkan Bank Sampah di Kecamatan Manggala ini, Pegadaian memberikan sarana operasional Bank Sampah senilai Rp234.971.000,
Pegadaian memilih Kota Makassar sebagai lokasi program bersih-bersih, karena volume sampah yang cukup besar.

Sekedar diketahui, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) tahun 2018, jumlah sampah ditimbun TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebesar 1.000 ton/hari dan Jumlah Sampah Tidak Terkelola sebesar 425 ton/hari.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Makassar H Syamsu Rizal menyampaikan apresiasinya kepada Pegadaian dan Program Pegadaian Bersih-Bersih.

Syamsu menambahkan, bahwa dirinya berharap adanya Bank Sampah ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan nilai ekonomi masyarakat Makassar.

“Adanya Bank Sampah di Kecamatan Manggala ini akan membuat seluruh masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Karena seperti yang kita tahu, sampah yang tidak dipilah dan diolah akan membuat lingkungan menjadi tercemar, dan menjadi sarang
penyakit.

” Usaha yang dilakukan oleh Pegadaian ini patut ditiru oleh perseroan lainnya tutup deng Ical sapaan akrabnya. (**)