Baru Empat Hotel di Makassar Pakai Label Halal

Ketua DPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, kehadiran Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada acara Musyawarah Daerah (Musda) X Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesi (PHRI) di Claro Hotel, Sabtu 16 Maret 2019, adalah bukti keseriusan pemerintah provinsi untuk membangun dan fokus memperhatikan sektor pariwidata.

Ketua DPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, kehadiran Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada acara Musyawarah Daerah (Musda) X Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesi (PHRI) di Claro Hotel, Sabtu 16 Maret 2019, adalah bukti keseriusan pemerintah provinsi untuk membangun dan fokus memperhatikan sektor pariwidata.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Ketua DPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, kehadiran Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada acara Musyawarah Daerah (Musda) X Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesi (PHRI) di Claro Hotel, Sabtu 16 Maret 2019, adalah bukti keseriusan pemerintah provinsi untuk membangun dan fokus memperhatikan sektor pariwidata.

“Kita bangga bahwa gubernur memprioritaskan sektor pariwisata. Ini bukti bahwa Gubernur Sulsel konsen mau membangun sektor pariwisata,”ujar Anggiat.

Advertisment

Sebagai bukti perhatian Nurdin Abdullah terhadap sektor pariwisata, menurut Anggiat Sinaga, sudah ada realisasi program seperti membangun rest area dan pedesterian.

Pada kesempatan itu, Anggiat menjelaskan, potensi sektor pariwisata Sulsel masih cukup besar. Ia menilai, wisata halal sangat penting untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan lokal ke daerah-daerah destinasi wisata.

“Wisata halal bukan agama. Ini untuk menjamin bahwa wisatawan muslim merasa terjamin kehalalan makan dan minumannya. Itu saja,” tegasnya.

Di Sulsel, jelas Anggiat Sinaga, baru empat hotel yang menggunakan label halal di dapur. Yakni Aston Hotel, Claro, Aldera, dan Hotel Zona. Sedikitnya jumlah hotel yang menggunakan label halal, karena biaya pengurusan yang mahal.

“Membutuhkan biaya sekitar 30 juta rupiah untuk satu label halal,” jelasnya.

Sementara, Ketua BPP PHRI, Hariyadi Sukamdani, meminta kepada pengelola industri pariwisata di Sulsel agar menyasar potensi wisatawan lokal. “Jangan hanya kepada event saja,” katanya.