Beli Rumah di Property and Tourism Expo Gratis Jalan-jalan

Property and Tourism Expo yang digagas oleh REI dan Harian Fajar untuk pertama kali menggandeng pelaku pariwisata dalam satu moment pameran yang dilaksanakan di Mall Phinisi Point, 24-28 April 2019 mendatang.

Property and Tourism Expo yang digagas oleh REI dan Harian Fajar untuk pertama kali menggandeng pelaku pariwisata dalam satu moment pameran yang dilaksanakan di Mall Phinisi Point, 24-28 April 2019 mendatang.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Property and Tourism Expo yang digagas oleh REI dan Harian Fajar untuk pertama kali menggandeng pelaku pariwisata dalam satu moment pameran yang dilaksanakan di Mall Phinisi Point, 24-28 April 2019 mendatang.

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq mengungkapkan, pihaknya melibatkan pariwisata, karena diketahui bersama, setiap orang pasti ingin memiliki rumah dan juga ingin melakukan perjalanan khususnya bagi kalangan millenial.

Advertisment

“Untuk pertama kalinya kami menggelar kegiatan dengan melakukan kolaborasi dengan pelaku pariwisata. Dan hal ini kami lakukan dan kemudian menyasar kalangan millenial, karena ekspektasi untuk memiliki rumah saat ini tidak hanya pada kalangan orang dewasa tapi juga millenial,” terang M Shadiq.

Untuk itu, M Shadiq berharap melalui momentum ini, millenial hingga kalangan umum bisa memiliki rumah dan benefitnya bisa melakukan perjalanan wisata baik dalam negeri hingga mancanegara.

“Banyak benefit yang bisa didapatkan pada Property and Tourism Expo ini salah satu bentuknya beli rumah bisa jalan-jalan. Dan tentunya hal ini yang kerap kali yang diinginkan kalangan millenial,” terangnya.

Tidak hanya benefit itu, tambah Mustajab Mudji selaku Wakil Ketua REI bidang Promosi dan Pameran, jika banyak keuntungan membeli rumah di Property and Tourism Expo.

“Salah satunya harganya terjangkau. Dalam hal ini, harga rumah masih seperti 2018, karena terhitung april 2019 harga rumah sudah mengalami kenaikan tentunya serta masih banyak penawaran lainnya,” terangnya.

Ditanyai terkait jumlah tenant mustajab menyebutkan yakni sekitar 80. Dan kata dia, 40 persen merupakan tenant property dari REI serta selebihnya dari pelaku pariwisata, airlines, perbankan dan lainnya. (**)