Daya Beli Masyarakat di Sulsel Meningkat Seiring dengan Tingkat Inflasi yang Menurun

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat, pada Juni 2019, Sulsel mengalami inflasi 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,56.

Tingkat inflasi pada bulan ini menurun, setelah sebelumnya pada bulan Mei, inflasi Sulsel mencapai 0,76 persen.

Advertisment

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, inflasi yang terjadi pada Juni 2019 ini disebabkan oleh naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran.

“Cabe merah, kacang panjang dan ikan bandeng jadi penyumbang terbesar inflasi bulan Juni 2019,”ujar Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah.

“Minggu pertama setelah lebaran memang masih tinggi, tapi sampai akhir ada penurunan, jadi inflasi relatif menurun,” tambahnya.

Secara rinci, hal itu ditunjukkan oleh naiknya indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,75%); kelompok sandang (0,69%); kelompok bahan makanan (0,56%); kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,18%); kelompok kesehatan (0,13%); kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,03%); sementara kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi (-0,91%).

BPS juga mencatat, dari 5 kota IHK di Sulsel, semua kota (Bulukumba, Watampone, Palopo, Parepare dan Makassar) mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 1,06 persen dengan nilai IHK sebesar 132,60 sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Makassar sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 139,38.

Sementara, laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2019) Sulsel sebesar 1,96 persen dan laju inflasi year on year (Juni 2019 terhadap Juni 2018) sebesar 2,98 persen.(***)