Ekonomi Sulsel Triwulan IV Alami Perbaikan Ditengah Kontraksi

Budi Hanoto Direktur Eksekutif, Kepala Perwakilan Wilayah BI Sulsel.

Budi Hanoto Direktur Eksekutif, Kepala Perwakilan Wilayah BI Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kondisi perekonomian Sulawesi Selatan triwulan IV 2020 terpantau mengalami perbaikan, meskipun masih dalam fase kontraksi.

Dalam laporan Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Sulsel, pertumbuhan ekonomi sendiri masih tercatat terkontraksi sebesar -0,62% (yoy), tapi tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat -1,10% (yoy).

Advertisment

“Dari sisi pengeluaran, perbaikan ditopang oleh peningkatan investasi sejalan dengan pembangunan sejumlah proyek pemerintah dan swasta serta berlanjutnya proyek strategis nasional untuk mendukung penyediaan infrastruktur konektivitas,” ungkap Budi Hanoto Direktur Eksekutif, Kepala Perwakilan Wilayah BI Sulsel lewat rilis, Jumat 5 Februari 2020.

Menurut Budi, peningkatan investasi juga didukung oleh perbaikan penyaluran kredit investasi oleh perbankan dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga. Di sisi lain, kinerja ekspor membaik sejalan dengan perbaikan kondisi negara mitra dagang utama serta kenaikan harga nikel dunia sebagai dampak dari tingginya permintaan industri mobil listrik dan terjaganya produksi lapangan usaha tambang.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh terkontraksi sejalan dengan pembatasan mobilitas yang kembali diberlakukan dalam upaya menekan lonjakan kasus COVID-19 di akhir tahun.

Hal sama, dibidang konstruksi tercatat mengalami pertumbuhan yang meningkat, dipicu dengan penyaluran PEN Padat Karya bidang konstruksi.

Sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan positif dipengaruhi oleh base effect kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya, ditengah produksi yang lebih terbatas pada musim tanam.

Sisi bidang transportasi yang sebelumnya mengalami tekanan akibat COVID-19 juga dilaporkan mulai pemulihan secara bertahap. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Sulawesi Selatan untuk keseluruhan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -0,70% (yoy), menurun dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh 6,92% (yoy).

Inflasi Terjaga

Ditengah perkembangan tersebut, inflasi Sulawesi Selatan untuk keseluruhan tahun 2020 tercatat sebesar 2,04% (yoy) atau berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia 3±1%. Capaian inflasi tersebut didukung oleh terjaganya pasokan komoditas pangan strategis ditengah peningkatan curah hujan di akhir tahun serta distribusi pasokan yang lancar.

Terkendalinya inflasi didukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan melalui optimalisasi kerja sama antar daerah, komunikasi yang efektif melalui satgas pangan, dan implementasi teknologi pertanian serta digital farming dengan melibatkan pelaku usaha,”pungkas Budi.

Memasuki bulan Januari, tekanan harga kelompok komoditas pangan bergejolak perlu dicermati, ditengah pasokan yang lebih terbatas serta curah hujan yang tinggi.

BI optimis, ekonomi Sulsel akan melanjutkan perbaikan secara bertahap, sejalan dengan perkembangan vaksinasi serta adaptasi masyarakat dan dunia usaha di era new normal yang semakin baik. ekonomi. (#)