BI Sulsel Dorong Digitalisasi Keuangan Melalui FEKDI

Bank Indonesia menggelar konferensi pers terkait Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, 5-8 April 2021yang bakal digelar di Upperhills Convention Center, Makassar.

Bank Indonesia menggelar konferensi pers terkait Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, 5-8 April 2021yang bakal digelar di Upperhills Convention Center, Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia bersama Kemenko bidang Perekonomian yang melibatkan kolaborasi kementerian/lembaga, otoritas dan pelaku industri melaksanakan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, 5-8 April 2021 di Upperhills Convention Center, Makassar.

South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2021 merupakan rangkaian FEKDI 2021 yang diselenggarakan di di Sulawesi Selatan pada 9 April 2021 di Upperhills Convention Center, Makassar.

Advertisment

Endang Kurnia Saputra, Deputi Perwakilan BI Sulsel dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (8/4/2021) mengatakan,
acara tersebut berisikan Launching Pengukuhan 25 SK Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.

” Selain pengukuhan SK TP2DD, Digifest 2021 dirangkai dengan acara kolaborasi pentahelix dari unsur Akademi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan Media, “ujar Endang.

South Sulawesi Digifest 2021 diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan potensi ekonomi digital di Sulawesi Selatan. Potensi utama Sulawesi Selatan dalam ekonomi dan keuangan digital diantaranya posisi urutan ke-8 sebagai Provinsi dengan pengguna internet terbanyak, yaitu sebanyak 5,8 juta orang (65% dari total populasinya) pada tahun 2020 dan memiliki kontribusi terbesar untuk transaksi E-Commerce di Kawasan Timur Indonesia dengan pangsa 15,7% pada tahun 2020.

Selain itu, penetrasi penggunaan QRIS di Sulawesi Selatan sangat masif, dimana per Maret 2021, Sulawesi Selatan merupakan Provinsi ketujuh dengan jumlah merchant QRIS terbanyak, yaitu mencapai 201.182 merchant yang telah menggunakan QRIS, sehingga Prov. Sulsel memiliki pertumbuhan sebesar 163,5% (yoy) di atas pertumbuhan nasional (115,1%, yoy).

” Kedepan, pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Selatan diharapkan dapat berkembang secara masif dan melibatkan seluruh kalangan masyarakat. Dengan demikian revolusi digital yang inklusif, dorongan untuk membantu UMKM agar masuk dalam rantai pasok global serta memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan ekosistem digital yang kondusif, untuk mendorong terpenuhinya kebutuhan setiap warga atas manfaat layanan teknologi digital harus terus menerus digalakkan bersama, “tutup Endang.(***)