Mengenal Lebih Dekat JK Owners Celebes

JK Owners Celebes (JKOC), komunitas pecinta Jeep Wrangler yang berada di Sulawesi. Dibentuk tujuh tahun silam di Makassar, tepatnya 18 Desember 2013.

JK Owners Celebes (JKOC), komunitas pecinta Jeep Wrangler yang berada di Sulawesi. Dibentuk tujuh tahun silam di Makassar, tepatnya 18 Desember 2013.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Nama digagas sedikit berbeda dengan komunitas pecinta Jeep Wrangler di daerah lain. Kata “Celebes” dilekatkan untuk lebih mempertegas identitas.

Ialah JK Owners Celebes (JKOC), komunitas pecinta Jeep Wrangler yang berada di Sulawesi. Dibentuk tujuh tahun silam di Makassar, tepatnya 18 Desember 2013.

Advertisment

Ketua Umum JKOC, Edward Putra Halim M, mengungkapkan, sebenarnya nama komunitas ini serupa dengan chapter di kota lain. Di Jakarta misalnya, JK Owners Indonesia. Kemudian, di Jawa Barat, JK Owners Indonesia Chapter Jawa Barat bahkan di negara asalanya, Amerika, sebahagian besar pehoby Jeep Wrangler menggunakan JK Owners sebagai identitas club mereka.

“Tapi di Sulawesi kita buat sedikit berbeda, JK Owner Celebes. Kenapa kami mengambil nama itu? Sebab, dengan Celebes, kita lebih identik bahwa kita berada di posisi tengah Indonesia, tepatnya di Sulawesi” ungkap Edward yang akrab disapa Om Edo ini.

Celebes, lanjut Edo, tercatat dalam sejarah Republik Indonesia. Celebes merupakan sebutan untuk Pulau Sulawesi pada zaman penjajahan Belanda.

“Celebes bagian dari sejarah. Jadi, kami ingin mengabadikan itu. Nama ini juga kami dedikasikan sebagai pengabdian dan penghargaan terhadap Sulawesi,” ujarnya.

Kemudian, JK sendiri merupakan kode body khusus untuk Jeep Wrangler yang diproduksi 2006 hingga 2018, setelah itu dilanjut dengan kode bodi JL untuk Jeep Wrangler yang diproduksi setelah 2018 hingga saat ini. Karenanya, seluruh member JKOC yang kini jumlahnya 115 orang menggunakan Jeep JK yang terdiri atas tiga varian, yakni Sport, Sahara, dan Rubicon.

“Member kami tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi. Profesi mereka pun beragam, mulai dari wiraswasta, pegawai swasta, profesional seperti dokter, konsultan, notaris, hingga off-roader profesional,” sebut Edo.

Ia menjelaskan, JKOC diinisasi para owners yang sering bertemu. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di waktu senggang dan sesekali di bengkel. “Karena keseringan ngumpul, akhirnya diputuskan dan digagaslah JK Owner Celebes yang awalnya beranggotakan 28 member,” sebut Edo.

JKOC saat ini dipimpin Edward, seorang wiraswasta yang gemar olah raga bela diri di Kota Makassar. Sekjen JKOC, Randy yang juga berprofesi sebagai wirastwasta. Bendahara, Amsar Karim serta bidang organisasi, Babe Joe.

Sejauh ini, JKOC memiliki banyak aktivitas. Selain sebagai penyaluran hobi, JKOC juga aktif melaksanakan bakti sosial, seperti membantu pembangunan rumah ibadah serta menyalurkan bantuan pangan dan sandang kepada penduduk di daerah terpencil.

“Kami sering memilih ke daerah pedalaman, terpencil, terpelosok, bahkan terisolasi. Jadi, sambil offroad ringan, kita melakukan charity sehingga klub ini juga bisa memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat. Bisa lebih dekat dengan masyarakat. Lebih membumi,” tuturnya.

Pada kesempatan berbeda, Yudi Prabowo, yang akrap disapa Om Yud, salah seorang yang ikut menggagas terbentuknya JKOC yang hingga kini terus aktif membina JKOC pun berharap, agar JKOC terus memberi manfaat sosial lebih luas di masyarakat. Karenanya, JKOC saat ini membuka ruang interaksi yang lebih luas dan mudah. Bisa melalui email (yudiprabowo@jkoc.club) dan social media (fb: JK Owners Celebes, instag: jkocelebes, youtube: JKOC-JK Owners Celebes). “JKOC memiliki alamat email yang cukup unik, jkowners.club. Di tahun 2021, akun ini akan dikembangkan menjadi website. Sehingga, JKOC sepertinya satu-satunya klub yang berbasis website,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen JKOC, Randy, menuturkan, menggunakan Jeep Wrangler merupakan simbol prestise bagi para member. Memakainya dapat menimbulkan dampak sosial yang positif selain ketangguhan dari produk Jeep itu sediri.

“Menggunakan Jeep Wrangler, rasanya berbeda, selain tangguh diberbagai medan khususnya medan berat, Jeep seakan memberi nilai yang lebih pada aktualisasi diri, pokoknya makin maco rasanya, hahaha..,” tuturnya.

Ajak Istri dan Anak Ikut Touring

Tak sekadar offroad saja, JKOC punya cerita menarik saat berada di lokasi adventure. Selain touring, para member juga cenderung memperkuat keharmonisan dalam keluarga. Karenanya, istri dan anak-anak ikut serta.

Salah satu kebiasaan unik dari komunitas pecinta Jeep Wrangler ini ialah suami-istri yang bertukar peran di lokasi adventure. Suami memasak hingga menyajikan makanan. Sedangkan istri bertugas menyiapkan hiburan.
Randy mengungkapkan, membawa keluarga ikut touring memang selalu dilakukan para member JKOC. Namun, kebiasaan di rumah tak dibawa ke lokasi adventure. “Jadi, bukan istri yang memasak. Justru peralatan memasak, seperti panci, kompor, bumbu dapur, dan bahan makan diolah oleh suami serta anak laki-laki hingga siap saji.

Sedangkan anak perempuan dan istri menghibur sang suami, bernyanyi bahkan bermain gitar,” bebernya.

Ia mengatakan, dengan berada di lokasi adventure, para member bersama keluarganya juga lebih tertantang menyesuaikan kondisi. Bisa merasakan tidur di dalam tenda, memasak dengan bahan makanan apa adanya, serta keterbatasan lainnya. “Keakraban keluarga bisa tercipata dengan cara yang tidak mungkin dilakukan di kota atau di rumah,” ujarnya.

Menurut Edo, kebiasaan para member JKOC ini terbilang unik. Pada umumnya, saat touring justru yang dibawa makanan siap saji atau mampir di warung sekitar lokasi adventure. “Keunikan teman-teman di JKOC itu membawa bahan makanan mentah sehingga bisa lebih memupuk keharmoniasan yang lebih alami. Kami menyebut ini dengan family adventure,” tuturnya.(***)