BI Sulsel Siapkan Uang Tunai Rp 3,58 Triliun untuk Ramadhan dan Lebaran

Bank Indonesia (BI) Sulsel menyiapkan, kebutuhan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Bank Indonesia (BI) Sulsel menyiapkan, kebutuhan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia (BI) Sulsel menyiapkan, kebutuhan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

BI memproyeksikan, kebutuhan uang kartal pada periode Ramadhan dan Lebaran 2021 mengalami peningkatan seiring
masih berlangsungnya pandemi Covid-19, sehingga aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik.

Advertisment

Menurut Kepala KPw BI Sulsel, Budi Hanoto, kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp3,58 triliun, tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

Sementara, Layanan penukaran uang pecahan dan operasional Bank Indonesia lainnya akan berlangsung secara normal menjelang libur hari raya Idul Fitri, dan akan sementara tidak beroperasi pada tanggal 12, 13, dan 14 Mei 2021.

Bank Indonesia jug bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kesempatan masyarakat dalam memperoleh uang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 (UPK 75). Koordinasi dilakukan melalui layanan kas prima penukaran wholesale kepada Pemda dan stakeholder eksternal lainnya dimulai sejak tanggal 19 April sampai dengan 10 Mei 2021.

” Bagi mitra strategis Bank Indonesia seperti pemerintah daerah, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan layanan penukaran secara wholesale ataupun melalui bantuan perbankan yang bekerja sama dengan mitra strategis tersebut. Bagi masyarakat, penukaran UPK 75 dapat dilakukan di 38 perbankan yang berada di 77 titik yang tersebar di seluruh Sulawesi Selatan, ” ujar Budi Hanoto.

Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Sandard (QRIS). Perkembangan infrastruktur digital yang semakin berkembang diimbangi dengan kerangka aturan yang memadai telah mendukung terciptanya transaksi pembayaran non tunai dengan cepat, murah, mudah, aman, dan handal (cemumuah) sehingga mengarah pada terwujudnya less cash society.(***)