2 Putra Tana Luwu Pulang Kampung Gali Potensi Daerah

MAKASSAR, DJOURNALIST.com — Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini mungkin bisa disematakan bagi kedua pengusaha asal Sulawesi Selatan, Ryan Latief dan Budi Harta Winata. Dua putra kelahiran Tana Luwu ini bakal menyasar industri tambang di kampung halamannya, setelah sekian lama berkecimpung di luar tanah kelahirannya.

“Hari ini saya datang bersama Ryan Latief untuk menggali potensi sumber daya alam di kampung,” ungkap Budi di Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis (1/7/2021) malam.

Advertisment

Keinginan pengusaha konstruksi nasional agar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan di kampungnya. Dia ingin mengubah mindset sebagai putra daerah selama ini. Dimana, putra daerah selalu terlena di kampung sendiri.

“Di kampung sendiri, kita juga harus fight. Harus kerja keras, ulet, tidak malas dan harus visioner,” tandasnya.

Pengusaha yang juga berdarah Bugis-Palopo ini pun mengetahui karakter masyarakat di daerah asalnya.

Berbekal hal tersebut, dia optimis mengubah mindset putra daerah untuk mengembangkan potensinya.

Menurutnya, kunci kesuksesan yang menjadi prinsipnya selama ini dengan memberikan motivasi kepada diri sendiri. Jika orang lain bisa, kenapa dirinya tak bisa.

Selain itu, Budi juga selalu menempatkan dirinya sebagai pemberi. Dia tak mau meminta sejak dulu. Karena itu, orang lain menganggapnya sombong.

“Kunci kesuksesan dilihat dari seberapa banyak manfaat yang diberikan kepada orang lain. Berapa banyak orang yang diberi makan,” katanya.

Sementara itu, Ryan Latief mengatakan, dirinya mengajak pengusaha yang memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kampung halaman di Luwu Timur (Lutim).

“Kita akan mengembangkan potensi alam yang ada di sana. Estimasi investasi mencapai Rp30 triliun untuk pertambangan,” katanya.

Ryan juga menitikberatkan jika kekayaan alam yang ada Luwu Timur berupa potensi tambang nickel baiknya dikelola sendiri oleh putra daerah.

“Sudah saatnya daerah kita di Luwu Timur kita kelola dengan sumber daya manusia lokal tentu dengan kompetensi tenaga ahli yang telah dimiliki yang sudah puluhan tahun menimba Ilmu dan bekerja di perusahaan tambang. Sudah saatnya putra daerah mengelola kekayaan alamnya sendiri dan memberdayakan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Luwu Timur, terutama para pekerja di Tanah Luwu sesuai dengan isi Undang Undang Omnisbuslaw, bahwa pengusaha daerah dan pekerja daerah harus dapat diberdayakan dan mengelola daerahnya sendiri dan menjalin kerja sama,” tutupnya. (**)