Siapkan Uang Rp4,43 T untuk Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia Sulsel Ingatkan Bahaya Uang Palsu

jumpa pers terkait kesiapan uang tunai jelang Ramadan dan Idul Fitri di Cafe Walking Drums Makassar, Selasa (29/3). (Foto:abdiwan tribun)

jumpa pers terkait kesiapan uang tunai jelang Ramadan dan Idul Fitri di Cafe Walking Drums Makassar, Selasa (29/3). (Foto:abdiwan tribun)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,43 triliun untuk kebutuhan masyarakat saat momen Ramadan dan Idulfitri. Bank Indonesia Sulsel juga mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya peredaran uang palsu.

Asisten Direktur BI Sulsel, Albert Mario Davidson mengungkapkan pada Februari 2022, pihaknya telah meneliti sebanyak 500 lembar uang palsu yang beredar di masyarakat. Mario mengaku jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Januari 2022 yang hanya 41 lembar.

Advertisment

“Dibandingkan pada Januari 2022 memang ada peningkatan. Kenapa meningkat, karena musimnya mendekati ramadan sehingga banyak beredar uang palsu,” ujarnya saat jumpa pers di Cafe Walking Drums Makassar, Selasa (29/3).

Sementara itu, Kepala BI Sulsel Causa Iman Karana mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi untuk mempersempit peredaran uang palsu di masyarakat. Ia mengaku selain menggandeng kepolisian, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi Cinta Bangga Rupiah.

“Di sisi lain meningkatnya uang palsu yang ditemukan menunjukkan masyarakat sudah memahami sudah memahami bagaimana mengenali keaslian rupiah. Sehingga mereka bisa mengenali mana yang asli dan palsu,” kata Causa.

Ia mengaku pihaknya sudah meminta kepada pegawai Bank Indonesia untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah yang rawan beredarnya uang palsu. Ia mencontohkan daerah yang rawan beredar uang palsu seperti pasar.

“Kita minta teman-teman yang melakukan kas keliling untuk juga melakukan edukasi kepada para pedagang tentang uang palsu,” sebutnya.

Sementara terkait pemenuhan uang saat momen Ramadan dan Idulfitri, Causa mengaku pihaknya sudah menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,43 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan 3,62 persen jika dibandingkan tahun 2021 yang hanya Rp4,28 triliun.

“Besarnya penyediaan uang tunai tersebut sudah memperhitungkan banyak faktor, termasuk prakiraan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat seiring tren perbaikan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan (mudik lebaran),” bebernya.

Deputi Direktur BI Sulsel, Edy Kristianto menambahkan pihaknya bekerja sama dengan perbankan akan melayani penukaran uang rupiah bagi masyarakat. Ia menyampaikan kepada masyarakat yang akan melakukan penukaran uang, diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan sesuai ketentuan berlaku.

“BI Sulsel mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang secara kolektif, dalam rangka menjaga physical distancing,” ucapnya.(***)