Amir Uskara Ingatkan Ada Peningkatan Inflasi di Sulsel

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI bidang keuangan dan perbankan Amir Uskara

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI bidang keuangan dan perbankan Amir Uskara. (Foto Instagram).

GOWA,DJOURNALIST.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI bidang keuangan dan perbankan Amir Uskara mengapresiasi angka pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan berada di atas nasional.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2021 tercatat 4,65 persen (year of year). Tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, sebesar 3,69 persen.

Advertisment

“Kita turun memantau pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Sulsel. Pertumbuhan ekonomi Sulsel lumayan tinggi dibanding angka nasional. Sektor pertanian bagus di Sulsel berhasil menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” kata Amir kepada wartawan Senin 25 April 2022.

Meski demikian, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta pemerintah daerah terus mengendalikan inflasi.

Amir mengungkapkan adanya peningkatan angka inflasi di Sulsel.

Angka inflasi pada tahun 2021 di Sulsel meningkat menjadi 2,40 persen. Sementara pada tahun 2020 inflasi sebesar 2,04 persen

“Kita minta pemerintah daerah mengendalikan inflasi di Sulsel. Apalagi di tengah kenaikan bahan pokok seperti minyak goreng, BBM pertalite,” kata Amir.

Ia menilai, di tengah pergerakan masyarakat yang semakin dilonggarkan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Sulsel akan berdampak pada meningkatnya angka inflasi.

Menurutnya, kalau inflasi di Sulsel ini tumbuh di atas rata-rata nasional, atau tumbuh di tahun sebelumnya, masih dalam kendali di APBN kita di 3±1 persen.

“Saya kira apa yang terjadi di Sulsel ini gambaran bahwa memang pergerakan ekonomi Sulsel ini tumbuh dan hidup. Sehingga inflasi ada kenaikan dibanding tahun 2020,” kata Amir.

Sejauh ini, Amir melihat inflasi masih terkendali di Sulsel karena peran aktif dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten/kota.

Kedua, kerja sama dan koordinasi yang terus dilakukan cukup bagus.

“Itu juga salah satu penyebab terkendalinya inflasi di Sulawesi Selatan karena komoditas yang ada di daerah lain,” katanya.

Ia melihat kalau, di daerah lain komoditas terbatas suplainya bisa cepat oleh daerah.

Hal itu bagian dari koordinasi yang dibangun oleh TPID Sulawesi Selatan.

“Saya kira ini juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengendalian inflasi di Sulsel selama ini,” tandas Amir.

Terkait pertumbuhan ekonomi, Amir mengakui sektor pertanian memberi kontribusi cukup tinggi.

Menurutnya, kalau pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memberikan perhatian yang serius melalui anggaran ke sektor pertanian pasti akan berpengaruh secara signifikan.

“Kalau tidak salah sekitar 40 persen sektor pertanian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kalau itu digenjot pasti pengaruhnya akan signifikan,” kata Amir.

“Jadi kalau pemerintah pusat dan daerah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, tentu melalui sektor pertanian,” ucap legislator dapil Sulsel I itu.(cr2)