DPK Sulsel Masih Didominasi Tabungan

jurnalist upadate, OJK membeberkan pertumbuhan positif perbankan Sulsel ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

jurnalist upadate, OJK membeberkan pertumbuhan positif perbankan Sulsel ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua dalam jurnalist update menyebutkan perkembangan perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) posisi April 2022 tumbuh positif.

Dalam jurnalist upadate, OJK membeberkan pertumbuhan positif perbankan Sulsel ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

Advertisment

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Darwisman mengatakan, total aset perbankan di Sulsel posisi April 2022 tercatat positif dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,09 persen secara yoy dengan nominal mencapai Rp166,51 triliun.

“Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang tercatat sebesar 5,01 persen,” beber Darwisman, Selasa, (7/6/2022).

Lebih terperinci, Darwisman menjelaskan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Sulsel tumbuh positif sebesar 5,50 persen dengan nominal Rp113,87 triliun. DPK Sulsel masih didominasi oleh tabungan dengan persentase 60,05 persen mencapai Rp68,38 triliun.

Kemudian disusul oleh deposito dengan total Rp28,33 triliun atau sebesar 24,88 persen dari total DPK. Kemudian, untum giro mencapai Rp17,16 triliun dengan persentase 15,07 persen.

“Berdasarkan kegiatan usaha, share aset perbankan di Sulsel masih didominasi oleh bank konvensional sebesar 93,24 persen, sementara aset perbankan syariah tercatat sebesar 6,76 persen,” jelasnya.

Lanjut Darwisman, share aset perbankan syariah di Sulsel lebih tinggi dibandingkan share aset perbankan syariah secara nasional yang sebesar 6,70 persen.(***)