OJK: Skema PEN Lewat Perbankan Bantu UMKM Bangkit di Sulsel

Usaha Forish Cofee milik Rahmat, salah satu UMKM binaan Bank Sampoerna turut memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan 2022 di Tonrang River Side Parepare 28-30 Oktober. (Foto:ist)

Usaha Forish Cofee milik Rahmat, salah satu UMKM binaan Bank Sampoerna turut memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan 2022 di Tonrang River Side Parepare 28-30 Oktober. (Foto:ist)

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Salah satu pelaku Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) yang berbisnis kopi bubuk hasil roasting dari kabupaten Pinrang ini satu dari sekian banyak di Indonesia ini mengalami dampak terpuruk dari wabah virus covid 19 yang praktis melumpuhkan ekonomi dunia.

Usaha Forish Cofee milik Rahmat ini, begitu terpuruk setelah masa pembatasan sosial berskala besar diterapkan guna mencegah penyebaran virus ganas tersebut. Padahal usaha kopi yang baru saja dirintisnya tersebut baru mulai tumbuh. Untungnya Rahmat masih bisa bertahan dengan sisa-sisa semangatnya melewati 2 tahun masa wabah tersebut hingga memasuki masa pemulihan sekarang.

Advertisment

“Di masa pemulihan ini sejak mulai reda bantuan perbankan saya rasakan manfaatnya membuat usaha saya kembali bangkit pelan-pelan,” ujar Rahmat di boot miliknya saat dikunjungi di sela-sela Bulan Inklusi keuangan di Tonrang River Side Parepare, Minggu (30/10).

Rahmat menceritakan perjuangan melewati masa pandemi tersebut saat ditemui di arena pameran UMKM yang mengisi event Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulampapua di kota Parepare, Sulawesi Selatan, 29-30 Oktober 2022.

“Seperti saat ini bisa mengikuti pameran yang dibuat OJK juga berkat bantuan dari perbankan, seperti bank Sampoerna ini,” ungkap Rahmat.

Kepala OJK Sulampua Regional 6 Darwisman, dalam sambutannya saat pembukaan Sabtu malam, mengungkapkan apresiasinya kepada Pemda yang menggunakan skema penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui mekanisme perbankan.

” Artinya, ini semua disalurkan melalui lembaga keuangan, dalam rangka mendukung pembangunan dan inklusi keuangan masyarakat, dan tentunya pembangunan Sulawesi Selatan,” ungkap Darwisman.

Menurut catatan laporan media update OJK tentang kinerja Industri Jasa Keuangan di wilayah Sulawesi Selatan, realisasi kredit kepada UMKM di Sulsel 23,66%, yoy menjadi Rp.53,41 triliun pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit usaha kecil 20,78% yoy menjadi 17,67 triliun. Sementara untuk usaha menengah 5,55% yoy menjadi 13,57 triliun. Namun kredit usaha mikro dilaporkan mengalami penurunan 17,89% yoy menjadi 10,74 triliun.(***)