Noken, Tas Tradisional Khas Papua Dipamerkan di Pesta Nasabah Mikro PNM

booth kerajinan tangan anyaman tas/noken Papua Barat pada penyelenggaraan Pesta Nasabah Mikro PNM di Benteng Fort Rotterdam Makassar 26-27 November 2022.(foto:ist)

booth kerajinan tangan anyaman tas/noken Papua Barat pada penyelenggaraan Pesta Nasabah Mikro PNM di Benteng Fort Rotterdam Makassar 26-27 November 2022.(foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Jika berkunjung ke Papua, anda akan melihat warga lokal menggunakan tas model rajut/anyaman dengan cara dikaitkan pada dahi kepala. Tas yang disebut dengan noken itu merupakan tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu dan bahan alami lainnya.

Noken dikenal di semua suku bangsa di tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat). Keberadaan Noken di tanah Papua sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya. Ada sekitar 250 suku di Papua yang mengenal dan mengenakan Noken dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisment

Noken biasanya terbuat dari serat kayu, daun, kulit pohon melinjo, pohon cerry atau batang anggrek, yang dibuat dengan cara dianyam atau dirajut.

Seperti hal nya yang dipamerkan booth kerajinan tangan anyaman tas/noken Papua Barat pada penyelenggaraan Pesta Nasabah Mikro PNM di Benteng Fort Rotterdam Makassar 26-27 November 2022.

Booth binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Papua ini menghadirkan beragam model noken dari bahan kulit kayu asli pohon melinjo dan pohon cerry yang dibanderol Rp200.000 hingga Rp500.000 tergantung jenis bahan, tingkat kesulitan dan model noken.

Yulita Pigai, Pemilik Produk Noken
Ditemui di booth nya menjelaskan, tidak hanya bisa memproduksi noken, kelompok nya juga bisa membuat baju, masker, topi, celana dari bahan serupa.

Yulita yang juga Pembina Kelompok UMKM binaan PNM Papua Barat ini mengaku, sejak usaha yang berjalan turun menurun ini dibina PNM, produk nya sudah bisa go digital.

” Mulai tahun 2016 bergabung menjadi binaan PNM, awalnya masih jualan offline, ke pasar-pasar, kapal, pelabuhan, sejak dibina PNM kami sudah bisa pasarkan di marketplace dan terus diberi bimbingan untuk go digital, “jelas Yulita.

Saat ini Yulita mengaku telah membina 30 kelompok, masing-masing kelompok diisi 30 orang.

Ia berharap pembinaan dan pendampingan PNM seperti pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) bisa terus mengembangkan lebih luas usahanya dan bisa memperluas pemasaran baik melalui pasar digital atau online dan nasional.

Sementara itu, Dicky Fajrian selaku Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM menjelaskan, PNM selalu berkomitmen untuk memberikan pemberdayaan dan pendampingan kepada para nasabahnya melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) agar selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman sehingga naik kelas.

Karena itu, dalam Pesta Nasabah Mikro juga menghadirkan Webinar dengan tema “Social Media Memikat, Usaha Meningkat” dengan jumlah peserta 20.000 yang terdiri dari nasabah binaan PNM secara nasional.

” Selain Webinar PNM juga melakukan pendampingan untuk on boarding social media agar bisa memperluas pemasaran usahanya melalui pasar digital atau online dan nasional yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas, “kata Dicky.

Diketahui, sebanyak 150 stand UMKM binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Makassar yang terdiri dari kuliner dan fashion memeriahkan Pesta Nasabah Mikro di Makassar.

Mereka merupakan binaan PNM yang berasal dari sejumlah daerah seperti Papua, Ambon, Bau-bau dan Makassar.

Diantaranya, Sutra Motif Eco Print Kabupaten Soppeng, Tenun Kerajinan Ambon, Kerajinan Tenun Bau-bau, Bajobodo Bugis Sidrap, Sarung Tenun Sidrap, Kerajinan Bambu Majene, Kerajinan Tangan Daur Ulang Makassar, Pas Bunga dari Batok Kelapa Jeneponto dua Pandai Besi (parang pisau) ULAMM, Kerajinan Tangan anyaman tas/noken, Kerajinan tangan papua barat, Songkok Guru Takalar, Songkok Recca to Bone, Anyaman Daun Lontar Jeneponto Dua, Kerupuk Susu Sapi, Kerupuk Daun Kelor dan Abon Ikan.(***)