Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan, Wujudkan Green Port

PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melalui anak usahanya PT Equiport Inti Indonesia (EII) di tahun ini telah melakukanktrifikasi pada enam terminal milik Pelindo.

PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melalui anak usahanya PT Equiport Inti Indonesia (EII) di tahun ini telah melakukanktrifikasi pada enam terminal milik Pelindo.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group melalui anak usahanya PT Equiport Inti Indonesia (EII) di tahun ini telah melakukanktrifikasi pada enam terminal milik Pelindo.

“Elektrifikasi adalah salah satu langkah kita untuk terus mendorong pengoperasian pelabuhan dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebagai bagian dari green port,” ujar Direktur Utama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Prasetyadi.

Advertisment

Menurutnya, elektrifikasi juga merupakan salah satu inisiatif strategis yaitu pengembangan green marine service yang menjadi komitmen SPJM yang ditargetkan berjalan dari tahun ini.

Prasetyadi mengatakan, bahwa pasca penggabungan atau merger Pelindo dan terbentuknya SPJM, pihaknya berupaya untuk memberikan value creation bagi perusahaan dan pemakai jasa.

“Bukan hanya itu, bisnis yang dijalankan senantiasa kita selaraskan dengan kesadaran untuk memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai anak usaha SPJM yang bergerak di bidang bisnis pemeliharaan peralatan, juga pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan utamanya yang dikelola oleh Pelindo, PT Equiport Inti Indonesia terus berupaya menunjukkan performa yang positif melalui pencapaian target kinerja yang ditetapkan.

Direktur Utama PT Equiport Inti Indonesia (EII), Muhammad Ayub Rizal mengatakan, dalam rangka implementasi program green port, tahun ini pihaknya telah melaksanakan program elektrifikasi di Terminal Petikemas Bitung (TPB).

“Yakni empat unit alat container crane (CC) di TPB,” sebut Ayub.

“Di tahun depan Pelindo grup rencananya menargetkan untuk tetap melanjutkan program elektrifikasi yakni pada alat Quayside Container Crane (QCC) dan Ruber Tyred Gantry (RTG) pada beberapa terminal yang dikelola Pelindo Grup,” ujarnya.

Ayub berharap agar program elektrifikasi yang akan dilakukan tahun depan juga bisa berjalan dengan lancar dan dapat rampung sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, sehingga pihaknya dapat terus berkontribusi dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dia menambahkan bahwa elektrifikasi yang dilakukan pada empat unit Container Crane di Terminal Petikemas Bitung atau TPB adalah salah satu inisiatif strategis dari SPJM untuk menyumbang value creation bagi Pelindo Gruop dengan meningkatkan efisiensi terhadap penggunaan biaya bahan bakar minyak (fossil fuel), meningkatkan efesiensi terhadap biaya pemeliharaan dan meningkatkan pelayanan yang handal bagi pelanggan, serta sebagai upaya untuk mengambil bagian dari program green port.

Dia juga berharap ke depannya, PT Equiport Inti Indonesia yang telah memiliki pengalaman untuk kegiatan eletrifikasi dapat dipercayakan kembali untuk melakukan kegiatan eletrifikasi pada unit QCC dan RTG pada pelabuhan-pelabuhan lainnya.

Sebagai informasi, Green Port merupakan suatu konsep dalam pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri. Konsep green port telah menjadi komitmen pelabuhan-pelabuhan di dunia untuk mengurangi emisi karbon.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menuju green port ialah elektrifikasi. Elektrifikasi merupakan proses repowering pada suatu komponen dengan menggunakan listrik. Elektrifikasi Quay Container Crane (QCC) dilakukan dengan mengubah sumber energi utama yang awalnya bersumber dari Generator Set yang berbahan dasar listrik menjadi sumber listrik PLN.(***)