Tasbih Kosong Siap Tayang 2 Februari, Target 10 Juta Penonton

Konferensi pers Tasbih Kosong sebuah film bergenre horor thriller yang mengambil lokasi dan kisah dari sebuah desa di Sulawesi Selatan segera tayang di layar bioskop secara serempak mulai 2 Februari mendatang.(foto:ist)

Konferensi pers Tasbih Kosong sebuah film bergenre horor thriller yang mengambil lokasi dan kisah dari sebuah desa di Sulawesi Selatan segera tayang di layar bioskop secara serempak mulai 2 Februari mendatang.(foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebuah film bergenre horor thriller yang mengambil lokasi dan kisah dari sebuah desa di Sulawesi Selatan segera tayang di layar bioskop secara serempak mulai 2 Februari mendatang.

Film berjudul Tasbih Kosong yang disutradarai Arie Achmad Buang ini menjanjikan penonton sebuah ketegangan horor yang berbeda. Film ini sendiri diproduksi oleh Rumpi entertainment kolobarasi Macora Cinema and Snaps Movie.

Advertisment

Film bergenre horor thriller ini di produksi oleh Rumpientertainment berkolaborasi dengan macora cinema & snap movie.

Terkait dari latar belakang cerita, film tasbih kosong dengan memakai set tahun 90an. Baik dari segi kostum, property dll.

Cerita film tasbih kosong diangkat dari kisah nyata. Dari beberapa daerah yang ada di Indonesia salah satunya di Sulawesi selatan. dan dari beberapa narasumber yang ada.

Kabupaten Soppeng dipilih bukan tanpa alasan, selain panorama alam yang indah, beberapa bangunan tua dan kuno masih juga atomosfir daerah yang sejuk ini menyimpan aura mistisnya tersendiri.

” Kabupaten Soppeng punya daya tarik tersendiri mulai dari keindahan alam yang dimiliki yang cocok untuk syuting, masyarakatnya yang welcome.
dan di samping itu juga, di kabupaten tersebut di juluki sebagai daerah mistis oleh beberapa orang sehingga
Feel pada saat proses syuting film tasbih kosong sangat dapat di rasakan,” ungkap Sunarti Sain selaku Produser, Kamis (12/1/2023).

Film tasbih kosong menampilkan kearifan lokal yang ada di Sulawesi selatan. khususnya di kabupaten Soppeng. Beberapa warna lokal tersebut terlihat dari beberapa penggal dialog dalam film tasbih kosong menggunakan bahasa Bugis berdialek Soppeng. Begitupun untuk cemilan khas dari kabupaten berjuluk Bandungnya Sulsel.

Poroses syutingnya dalam paparan timnya mengungkapkan memakan waktu kurang lebih sebulan. Namun untuk penggarapannya hingga ke tahap rilis memakan waktu Kurang lebih hingga 7 bulanan.

Menurut Hasan Basri, yang bertindak selalu Asisten Sutradara, proses syutingnya sempat mengalami kendala baik karena kontur alam yang lembah dan bukit juga dari kendala mistis sendiri.

“Untuk kendala atau gangguan pada saat proses syuting.
baik dari tim produksi, tim kreatif hingga talent hampir di rasakan tiap kali pada saat proses pengambilan gambar. Mulai dari cuaca yang tidak menentu, sampai gangguan-gangguan mistis di alami.” Ungkap Hasan Basri.

Hasan juga mengungkapkan tema film ini berkisar ke perilaku manusia yg masih sangat relevan saat ini. Perilaku tersebut terkait perilaku manusia yang kadang jahat kadang baik. Di dalam film ini ada tiga kisah terinspirasi kisah nyata di beberapa lokasi di Indonesia. Salah satunya yang di Soppeng yang terinspirasi kisah praktik “Pattiro Kanjak” sebuah praktik klenik untuk memperoleh kekayaan.

Film yang menghindari adanya spoiler hingga meniadakan gala premier ini optimis akan disambut meriah penonton Indonesia di penayangan 47 bioskop seluruh Indonesia.

” Terkait dari target penonton, kiranya mungkin bisa melebihi harapan kami di angka 1 juta dan kalau bisa bahkan tembus di angka 10 juta penonton,” ujar Sunarti.

Tim Produksi Film Tasbih Kosong

Produksi: Rumpi Entertainment, Macora Film and Snaps Movie

Pemain:
Riskyana Hidayat (Miss Aura Internasional 2022) sebagai Asti
Fritz Friedrich sebagai Umar
St.Ardiana Arifin sebagai Rajeng
Muh. Taufik Achmad sebagai Tiro
Amir desar sebagai Imam desa
Dj Irviprada sebagai Dewi

Sutradara & Penulis
– Arie Achmad Buang

Astrada
– Hasan Basri

Director Of photografy
– Haris Syamsu Ali

Produser Eksekutif
– Mohit.NV & Sunarti sain

Produser
– Alm. Muh.Zauqiah

Produser pelaksana
– Atnan Nonci

(#)